Hadiah untuk saudaraku, Idwan Agus Tuharea dan renungan untuk kita semua.

Hadiah untuk saudaraku, Idwan Agus Tuharea dan renungan untuk kita semua.

- in Struktur, Taujih
868
0
IMG_20160503_050940

IMG_20160503_050940

Sejarah silam…silih berganti….

Mengalir deras tiada penghalang
Bersama cahaya penyuluh
Muhammad rasul pilihan

Zaman berzaman silih berganti
Kini din mu ditinggal sepi
Tiada pembela tiada pengganti
Dahaga tiada terperi

Wahai pemuda dan juga pemudi
Sambutlah lambaian din mu yg suci
Tidakkah kalian simpati
Kekasih ditinggal sendiri

Wahai pemuda dan juga pemudi…
Telah lama din mu menanti…
Kembalilah….
Kembalilahh…
Menyambut…seruan din yang suci…

****

Nasyid yang selalu membuat mata berkaca2….
Ikhwah fillah….

Satu ayat yang harus selalu jadi semangat kita disaat berjuang dan pengingat di saat lemah…

Ayat yang selalu didengungkan oleh para murobbi pada binaannya dahulu….

Ayat yang disampaikan oleh al ustadz al kariem Hilmi Aminuddin di masjid komplek DPR saat bada menyolatkan jundiyyah fid da’wah, ustadzah Yoyoh Yusroh (Allahu yarham)…
Yang menderaikan air mata yang hadir….

مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُم مَّن قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُم مَّن يَنتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا

Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya),
(Al Ahzab: 23)

Kata “Rijal” yang jika di dampingi kata “muanasnya” akan bermakna laki2.

Namun jika tidak (berdiri sendiri), akan bermakna “orang2 yang punya kapasitas di atas rata2″. Begitulah kata tafsirnya.

Ya, diantara orang2 beriman itu ada orang2 yg punya kapasitas di atas rata2 yg benar janjinya pada Allah. Janjinya sebagai hamba,
Janjinya sebagai mukmin,
dan janjinya sebagai da’i dan jundi…

Diantara mereka ada para sahabat (radhiallahu ‘anhuma), tabi’in, mujahidin, asy syahid HAB, SQ, ….., ustadzuna Rahmat Abdullah, Ahmad Madani, Bijak, Yoyoh Yusroh, dan juga engkau saudaraku Idwan Agus Tuharea, yang telah mendahului kita. Menggadaikan jiwanya untuk memenuhi janjinya pada Rabbnya….

Namun, “waminhum man yantadzir, wamaa baddalu tabdiila”….
Diantaranya ada yang masih menunggu2.
Bukan menunggu mati, tapi menanti kehidupan sesungguhnya saat perjumpaan dengan Allahu Rabbul ‘Alamin.
Menanti dengan amal2 terbaiknya.
Menanti dengan harta2 terbaiknya.
Menanti dengan amal2 utamanya.
Menanti dengan ketaatan terpatuhnya.
Menanti dengan perjuangan terhebatnya.
Menanti dengan segala upaya menjaga dan membuktikan kebenaran janjinya pada Khaliqnya.

Menanti dengan menjadi hamba maka dia tunduk dan patuh.
Menanti dengan menjadi mukmin maka dia taat.
Menanti dengan menjadi da’i maka dia sibuk dalam dakwah.
Menanti dengan menjadi jundi maka dia berjuang bersama dalam barisan yang rapat dan kokoh….

“Maa baddalu tabdiila”
Tidak pernah berubah bahkan berpikir untuk merubah janjinya pun tidak….

Adakah kita termasuk “Man yantadzir. Wamaa baddalu tabdiila”
Adakah kita, yaa ikhwatal iiman fiid da’wah?

Uhibbukum fillah…
Arsal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *