Istri Gubernur Jabar Pimpin Diskusi dengan Tokoh Perempuan se Depok

Istri Gubernur Jabar Pimpin Diskusi dengan Tokoh Perempuan se Depok

- in Sie Bidpuan
690
0
IMG-20151203-WA015

PKSBeji – Acara rembug tokoh perempuan kota depok yang dihadiri oleh ibu Hj. Dr. Netty heryawan dimulai pada pukul 13.30 terlambat setangah jam dari rencana semula. Acara dihadiri oleh kurang lebih 80 orang tokoh perempuan dari empat kecamatan yaitu kecamatan Beji, Panmas, Cinere dan limo.
Ibu Netty menyampaikan latar belakang diadakan acara ini adalah pertama, karena banyaknya kasus kekerasan seksual pada anak-anak. Kekerasan seksual yang diketahui lebih dari 5000 kasus dilakukan oleh keluarga dekat, sekitar 30 % dilakukan oleh ayah kandung, 60 % oleh keluarga dekat dan sisanya dilakukan oleh pihak luar. Kedua, pembangunan modern tidak melindungi anak secara fisik dan psikologis. Orangtua merasa tabu dan sungkan untuk mendiskusikan masalah seksual kepada anak-anak sehingga anak dibiarkan mencari solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Ketiga, menindak lanjuti Perda no 9 tahun 2013 yang telah disahkan oleh pemerintah daerah Jawa Barat tentang ketahanan keluarga.
Selanjutnya Ibu Netty menyampaikan bahwa penyebab kekerasan seksual pada anak adalah karena ketidakmampuan sebagai orangtua, faktor lingkungan yang berdampak pada anak, faktor ketidakmampuan masyarakat dan juga faktor pemerintah yang membuat peraturan yang membingungkan dan rancu dimasyarakat. contohnya undang-undang perkawinan yang membolehkan menikah sejak usia 16 tahun sementara undang-undang perlindungan anak dan kewajiban untuk mendapat pendidikan setara dengan SMA.
Ibu Netty memamparkan beberapa solusi untuk mewujudkan kota depok yang ramah keluarga adalah pertama dengan mengubah paradigma menjadi orangtua perlu adanya persiapan dan pengetahuan, berdiskusi dan mendengarkan keluhan anak terutama yang berhubungan dengan masalah seksual yang ingin diketahui oleh anak. Kedua Membangun kesadaran pada masyarakat dengan memasukkan tema-tema tersebut pada mejelis ta’lim, khutbah jum’at dan kegiatan kemasyarakatan yang ada. Ketiga melakukan aksi bersama yang dicontohkan yaitu setiap hari 20 menit bersama anak.
Pemerintah juga harus andil dalam mengatasi permasalahan kekerasan pada anak, namun diperlukan dua karakter seorang pemimpin yang dapat menyokong program-program yang sudah ada yaitu pemimpin yang responsive (tanggap) dan pemimpin yang amanah.
Peran masyarakat adalah melakukan transformasi Kepada keluarga yaitu menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam keluarga dan Membangun imunitas (antibody) ketika anak berada diluar.
Selanjutnya tokoh perempuan kota depok memberikan gagasan dan usulan bagi pemerintah melalui perwakilan rakyat yaitu ibu Farida Rachmawati, M.Si yang sekaligus memandu para tokoh dalam berdiskusi.
Hasil diskusi didapatkan sebagai berikut.:
Kecamatan Beji:
1. Sosialisasi layak anak diperluas
2. Wadah bagi orangtua untuk anak berkebutuhan khusus (ABK)
3. Balai latihan untuk karang taruna
4. Pelatihan untuk pendidik, orangtua, ustadzah
5. Fasilitas untuk kelompok 2(BKM dll)
6. Keterampilan untuk bidang usaha bagi peningkatan ekonomi keluarga
7. Fasilitas pendidikan ditingkatkan
8. Bantuan dana untuk koperasi
9. Sosialisasi dan kursus tentang materi persiapan pernikahan di kelompok remaja
10. Pembangunan Masjid di jalan Margonda
Kecamatan Pancoran Mas :

1. Mengamalkan Attahrim ayat 6
2. Pembinaan ekonomi untuk keluarga
3. Pembenaran pola pikir (definisi ramah keluarga)
4. Pemeritah memberikan anggarant erkait ketahanan keluarga
5. Peninjauan perpustakaan
6. Pengawasan terhadap taman-taman kota
7. Dana bergulir UKM
8. Bantuan operasional untuk pengajar PAUD
9. ASI ekslusif digalakkan dan dibuat aturan dan sangsi
10. Pemanfatan kartu untuk anak sehingga anak-anak sekolah tidak bisa masuk ke warnet. (buat aturan) digunakan untuk hal yang produktif
11. Butuh pakar (konselor) untuk bina keluarga balita, remaja dan lansia. Alat dan fasilitas merata untuk kader BKB, BKR dan lansia
Kecamatan Limo-Cinere :
1. Dana Operasional khusus untuk ketahanan keluarga melalui program bina keluarga balita, remaja dan lansia.
2. Modal bergilir untuk UPPKS
Terakhir sebelum acara ditutup, tokoh perempuan kota depok membuat satu gerakan bersama yang disepakati dari delapan gagasan yang diusulkan oleh tokoh-tokoh tersebut yaitu :
1. Matikan TV maghrib jam 18.00-20.00 WIB
2. Makan bersama pagi hari
3. Ngaji bersama setelah maghrib
4. Mengajak anak membaca kisah religius
5. Sholat berjama’ah min 1 kali sehari
6. Diskusi dengan keluarga 30 menit 1 kali sehari
7. Tadarus bersama (1)
8. Jalan jalan bersama sebulan sekali
Dari kedelapan gagasan tersebut dipilih satu yang terbanyak yaitu mematikan televisi dari maghrib hingga isya setiap hari yang menjadi gerakan bersama bagi setiap keluarga yang ada dikota depok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *