Jelang Pencoblosan Elektabilitas Dimas-Babai anjlok sementara Idris-Pradi menanjak

Jelang Pencoblosan Elektabilitas Dimas-Babai anjlok sementara Idris-Pradi menanjak

- in Pemilukada
823
0
IMG-20151203-WA001
Baru saja usai menggelar rapat akbar terbuka yang merupakan pamungkas rangkaian kampanye di Lapangan Irekap, Cilodong, Tapos, Depok, Rabu (2/12/2015), Pasangan Dimas Oky Nugraha dan Babai Suhaimi serta para pendukungnya harus siap menghadapi kenyataan pahit.

Berdasarkan survei yang digelar Naufal Statistika Riset, salah satu institusi survei di Depok yang hampir selalu akurat dalam memprediksi peta politik di Depok sejak Pemilu 2009, menunjukkan elektabilitas pasangan Dimas Babai masih di bawah Idris-Pradi.

Elektabilitas pasangan Dimas-Babai hanya 22,7%, sementara lawannya pasangan Idris-Pradi memperoleh angka elektabilitas 46,3%. Selisih terpautnya adalah 23,6%. Bisa dikata elektabilitas Dimas-Babai hanya separuh Idris-Pradi.

Survei ini digelar pada periode 16-22 November 2015 dengan total sampel responden 600 0rang dan tingkat kepercayaan 95% atau Margin of Error sekitar 3,92%. Survei ini menggunakan metode Proporsional atas Kecamatan atau Multistage Proportional Random Sampling.

Masih ada sekitar 14,3% yang belum mempunyai pilihan dan 16,7% menyatakan pilihannya rahasia atau tidak bersedia menjawab pertanyaan survei. Kalaupun semua yang belum mempunyai pilihan itu memilih Dimas-Babai, maka posisi pemenang Pilkada Depok masih tetap Idris-Pradi.

Hasil survei biasanya menjadi acuan para tim kampanye dalam mengatur strategi berikutnya. Hasil survei menjelang pencoblosan juga sering digunakan sebagai isyarat bagi para “donatur” atau “bohir” yang biasanya membantu kemenangan pasangan calon secara terbuka maupun diam-diam.

tren_elektabilitas_paslon

Grafik Tren Elektabilitas

Tren elektabilitas Dimas-Babai cenderung turun

Kecenderungan atau Tren elektabilitas Dimas-Babai sebenarnya naik sejak medio Agustus 2015 hingga pertengahan Oktober, Namun entah mengapa turun kembali mendekati titik elektabilitas bulan Agustus di 22,7%.

Sementara elektabilitas Idris-Pradi yang sebelumnya tergerus tajam dari medio Agustus hingga pertengahan bulan Oktober, justru berhasil “rebound” namun belum kembali pulih seperti elektabilitas di bulan Agustus 2015.
Berdasarkan survei ini, Titik tertinggi elektabilitas Dimas-Babai di titik 27,6% ternyata belum bisa mendekati titik terendah elektabilitas Idris-Pradi di 35,2%.
Grafik Tren Elektabiltas Pasangan Calon

 

Elektabiltas Dimas-Babai Anjlok di 9 Kecamatan

Hasil survei lebih jauh menunjukkan elektabiltas Dimas-Babai anjlok di sembilan kecamatan dari 11 kecamatan yang ada di Kota Depok. Dimas-Babai hanya unggul di Cipayung yang merupakan basis kekuatan Babai dan Bojongsari yang memang merupakan basis Partai Golkar dan PDI Perjuangan.

Sementara Pasangan Idris Pradi unggul jauh di sembilan kecamatan lainnya. Persentase tertinggi di Kecamatan Beji dengan 66% responden menyatakan akan mencoblos jempol atau sarung hijuanya Idris-Pradi. Sejak Pilpres dan Pemilu 2014 lalu, Beji adalah kantong massa PKS dan Gerindra.

Sementara di kecamatan yang memiliki massa besar seperti Cimanggis, Pancoran Mas dan Sukmajaya, pasangan Idris-Pradi jauh melampui Dimas-Babai yang hanya mampu meraih elektabilitas separuhnya.

 

elektabiltas_paslon_per-Kecamatan
Grafik Elektabilits Paslon per Kecamatan

Idris-Pradi lebih dipilih kaum Wanita

Hasil survei juga menunjukkan bahwa pasangan Idris-Pradi ternyata lebih disukai kaum wanita dengan elektabilitas mencapai angka 47,8% dibanding pasangan Dimas-Babai yang hanya 19,6%.

Sementara kalangan pria juga ternyata lebih memilih Idris-Pradi dengan elektabiltas mencapai 44,8% sementara Dimas-Babai hanya melampui separuhnya Jelang Pencoblosan di angka 25,8%.

elektabilitas_berdasarkan gender dan usia

Grafik Elektabilitas berdasarkan Gender dan Kelompok Usia

Idris-Pradi malah dipilih mayoritas kaum muda

Survei ini juga menyajikan data yang mengejutkan. Pasangan Dimas-Babai yang selama ini menggembar-gemborkan adalah wakil kaum muda justru tidak dipilih oleh kalangan remaja dan pemuda tanggung.

Hasil Survei yang dilakukan pada remaja di bawah umur 20 tahun menunjukkan elektabilitas Dimas-Babai hanya delapan persen, hanya sepertujuh angka elektabilitas yang diperoleh Idris-Pradi di 52%.

Sedangkan di kalangan pemuda usia 20-29 tahun, elektabilitas Dimas-Babai naik mencapai 26,2% namun masih tetap di bawah elektabiltas Idris Pradi di 44,4%.

Yang mengejutkan adalah justru pemilih dari kalangan orang tua yang berumur di atas 60 tahun, elektabilitas Dimas-Babai mencapai angka 33,3% mengungguli Idris-Pradi yang hanya mencapai 24,6%.

Dimas-Babai unggul di segmen lulusan S2 dan S3

Ada yang unik juga dari hasil survei kali ini. Pasangan Dimas-Babai justru unggul di kalangan pemilih yang berlatar belakang pendidikan lulusan Strata-2 atau yang bergelar Master dan Strata-3 atau yang bergelar Doktor. Pasangan Dimas-Babai memiliki elektabilitas 25% di segmen pemilih ini sementara Idris-Pradi hanya 16,7%. Sayangnya lapisan masyarakat yang berpendidikan sangat tinggi ini masih terbilang minoritas di antara warga Kota Depok.

Sementara pada lapisan masyarakat dengan latar belakang pendidikan Strata-1 hingga lapisan masyarakat yang tidak mengenyam pendidikan sekolah, elektabiltas Pasangan Idris-Pradi rata-rata dua kali elektabilitas Dimas-Babai. Artinya hampir semua lapisan dengan tingkat pendidikan beragam cenderung memilih Idris-Pradi.

Separuh Muslim Depok cenderung ke Idris-Pradi

Hasil survei juga menunjukkan bahwa hampir separuh penduduk muslim Kota Depok memilih Idris-Pradi dengan angka elektabilitas 47,5%. Sementara Dimas-Babai elektabilitasnya di mata muslim Kota Depok hanya 21,8%.

Pasangan Dimas-Babai lebih disukai kalangan penganut Katolik dan Kristen Protestan. Namun bukan berarti pasangan Idris-Pradi tak memiliki pendukung di tengah kaum katolik dan kristen Protestan.

elektabilitas_berdasarkan_agama
Grafik Elektabilitas Berdasarkan Agama

 

Separuh Suku Jawa di Depok dukung Idris-Pradi

Berdasarkan hasil survei ini juga dapat dilihat bahwa elektabilitas pasangan Idris-Pradi di kalangan suku Jawa yang tinggal di Kota Depok mencapai angka 50,9% jauh melampui Dimas-Babai yang hanya 14%. Suku betawi yang mayoritas di Kota Depok juga cenderung memilih Idris-Pradi yang memang kebetulan keduanya orang Depok asli.

Elektabilitas Idris-Pradi juga unggul di kalangan suku Sunda, Padang, Palembang dan Ambon. Sementara Dimas-Babai lebih disukai masyarakat keturunan Batak dan Bugis.

elektabilitas_berdasarkan_suku

Grafik Elektabilitas Berdasarkan Suku

 

Idris-Pradi dipilih separuh masyarakat NU

Hasil survei juga memperlihatkan bahwa separuh responden yang berlatar belakang Nahdhatul Ulama (NU) lebih cenderung memilih Idris-Pradi dengan tingkat elektabilitas hingga 50%. Anggota ormas lain sepeti Muhammadiyah dan para aktivis PKK juga cenderung ke Idris Pradi.

Yang unik adalah Babai Suhaimi adalah aktivis dan pernah menjadi Ketua Karang Taruna Depok bahkan kini masih berada di posisi Dewan Pembina. Tapi berdasarkan hasil survei, lebih dari separuh anggota Karang taruna justru condong ke Idris-Pradi. Hanya 17,4% yang memilih Dimas-Babai.

elektabilitas_berdasarkan_ormas

Grafik Elektabilitas Berdasarkan Ormas

 

70 persen pemilih Gerindra pilih Idris-Pradi

Lebih jauh menengok hasil survei, ternyata tingkat elektabilitas pasangan calon berdasarkan partai politik pilihan responden menunjukkan pola kesesuaian. Artinya Pasangan Dimas-Babai memang didukung pemilih PDIP dan Partai Golkar.

Sementara responden yang sebelumnya pada pemilu leagislatif lalu memilih PKS, Gerindra dan Partai Demokrat cenderung memilih pasangan Idris-Pradi.
Loyalitas tertinggi nampak pada pemilih Gerindra. 70 persen pemilih Gerindra cenderung akan mencoblos pasangan Idris-Pradi.

Sementara pasangan Dimas-Babai juga memiliki banyak pemilih potensial dari kalangan responden yang sebelumnya memilih Partai Nasdem dan PKB.

 

elektabilitas_berdasarkan parpol_pilihan_responden
Grafik Elektabilitas Berdasarkan Partai Politik Responden

 

Survei ini juga mencakup berapa angka tingkat kepuasan warga terhadap hasil pembangunan di Depok dan mengukur kinerja pemerintah kota Depok. InsyaAllah kami akan sajikan dalam berita Depoknews selanjutnya. (FR).

Source : depoknews.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *