Nur Mahmudi sebut K-13 salurkan cinta positif ketimbang Valentine

Nur Mahmudi sebut K-13 salurkan cinta positif ketimbang Valentine

- in Opini
735
0
Nur Mahmudi sebut K-13 salurkan cinta positif ketimbang Valentine

Depok secara tegas melarang segala kegiatan sebagai bentuk perayaan Valentine. Para siswa bisa menyalurkan cintanya secara positif lewat program-program yang disusun di kurikulum 2013 (K-13).

Tanggal 14 Februari menjadi momen sebagian pasangan untuk berbagi sayang. Ironisnya, makna tersebut bergeser menjadi cinta yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, menurut data Komisi Penanggulangan Anak Indonesia (KPAI), 32 persen anak usia 8-18 tahun telah terjerumus seks di luar nikah.

Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan bahwa Valentine tidak perlu ditetapkan pada hari tertentu. Wujud kasih sayang, seperti selama ini menjadi dalih perayaan Valentine, seyogyanya juga tidak dipersempit pada hubungan dengan lawan jenis.

“Kita tidak perlu harus ada Valentine atau hari alternatif kasih sayang tertentu karena program-program yang sifatnya menanamkan kasih sayang sudah banyak,” katanya pada siaran langsung salah satu televisi swasta nasional, Sabtu (14/2/2015).

Khusus Kota Depok, lanjut Nur Mahmudi, telah banyak kegiatan dikreasikan dengan remaja sebagai sasarannya. Sebagai contoh, Pramuka, yang bisa diisi dengan kegiatan cinta lingkungan, kepedulian terhadap sesama, kepedulian terhadap kaum dhuafa, kepedulian terhadap ketebalakangan kesehatan, dan sebagainya.

Belum lagi kegiatan olahraga, ilmiah remaja, maupun kegiatan bertajuk Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN). Jadi, aktivitasnya tidak hanya bersifat akademik, juga kemasyarakatan karena telah terintegrasi dengan program PKK, Posyandu, serta Pusat Informasi dan Konseling Remaja.

“Tinggal kita mengemasnya dalam kurikulum 2013 karena kurikulum ini bisa memotivasi terbentuknya keterampilan dan karakter,” jelas Nur Mahmudi.

Menurut Nur Mahmudi, jika kegiatan yang telah disusun tersebut dapat dikonsolidasikan dengan baik, dalam arti melibatkan remaja, maka Valentine tidak perlu dirayakan khusus. Makna cinta positif para remaja dapat tersalurkan ke dalam bentuk yang juga positif.

“Kalau dikembangkan terus, apalagi segera disukseskan, implementasi kurikulum 2013 akan menjadi alternatif terbaik,” pungkas Nur Mahmudi. (kl)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *