Pelajaran dari Shalahuddin Al Ayyubi

Pelajaran dari Shalahuddin Al Ayyubi

- in Opini
765
0
IMG-20150704-WA008

Sedikit tulisan saya dari beberapa pelajaran strategi dan taktik Shalahuddin di Palagan Hattin, 4 Juli 1187 (tanggal hari ini):

Lima Pelajaran dari Shalahuddin utk Kita

Keunggulan yg berhasil dikondisikan oleh Shalahuddin bagi pasukannya adalah keyakinan bahwa Islam pasti berjaya dengan berharap hanya kepada Allah Ta’ala. Namun, Shalahuddin mempersiapkan segala kebutuhan peperangan sebagaimana Rasulullah (saw) telah memberikan teladan.

Pertama, gebrakan Shalahuddin mengepung benteng kota Tiberius telah berhasil memancing pasukan salib utk keluar dari benteng kota Acre di pinggir laut. Jalur yg mereka tempuh utk membebaskan pengepungan melalui jalur yg telah “dipersiapan” oleh Shalahuddin. Pada musim panas yg kering itu hampir semua mata air sdh “dikuras” sehingga pasukan salib didera dahaga sejak mereka meninggalkan kemah di Sephorie. Sangat mirip dengan pendekatan Rasul (saw) di medan perang Badr.

Kedua, Shalahuddin telah mempersiapkan logistik bagi pasukannya. “Gladi resik” yg telah diterapkan oleh Shalahuddin beberapa bulan sebelumnya terbukti meningkatkan kecepatan manuver pasukan yg ditempatkan pada medan bebukitan. Beberapa kode sandi juga dipergunakan utk menjaga kohesivitas pasukan yg akan “mengarahkan” lawan menuju titik kepung di bukit Hattin. Hal ini mengingatkan kita akan rapinya persiapan Rasul (saw) pada Fathu Makkah.

Ketiga, kelemahan utama pasukan muslimin terletak pada pertempuran jarak dekat. Hal itu bukan karena rendahnya keterampilan tempur tetapi lebih disebabkan oleh ringannya baju perang mereka, peralatan tempur yg juga ringan, serta kuda yg lebih kecil. Menyadari hal tsb, Shalahuddin menyusun taktik dimana lawan akan “dilemahkan” terlebih dahulu dari jarak jauh sebelum serangan pamungkas. Mirip seperti pertempuran di Uhud ketika pasukan Quraisy berjatuhan akibat serangan panah yg terarah.

Keempat, Shalahuddin telah mengirimkan kavaleri pasukan khusus dibawah pimpinan Muzaffaruddin Gökböri yg berhasil memancing pasukan Templars keluar dari perkemahan. Kedua skuadron kavaleri Qaymaz an-Najmi dan Dildirim al-Yaruki yg disembunyikan di sekitar hutan berhasil menjebak 130 pasukan berkuda dan 400 infanteri dibawah Gerard de Ridefort dan melumatkannya di Sephorie pada bulan Mei, 1187. Kekalahan ini merupakan pukulan telak yg menjatuhkan semangat tempur balatentara salib. Mirip sekali dgn serangan “pancingan” yg biasa digelar Khalid ibn al-Walid (ra).

Kelima, terakhir, Shalahuddin berhasil memecah persatuan pimpinan pasukan salib. Count Raymond III dari Tripoli didukungnya utk menuntut hak kerajaan dari Guy de Lusignan. Lord Balian d’Ibelin dari Ramalah “dibukakan” jalur untuk keluar dari pertempuran sehingga melemahkan balatentara salib. Persis dengan pendekatan Rasul (saw) pada Perang Ahzab.

Tidak semya lawan harus dikalahkan di medan perang; ada yh dapat dikelola agar keluar dari barisannya. Belajarlah sejarah, atau sejarah akan memberikan pelajaran yg belum tentu engkau sukai.

Agung Waspodo, 828 tahun kemudian
Depok, 4 Juli 2015

About the author

mk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *