Sang Penjaga Quran itu Telah DipanggilNya

Sang Penjaga Quran itu Telah DipanggilNya

- in Komunitas
229
0
IMG-20170425-WA0046

(Depok 25/4) Cukup sering saya bertakziah kepada kerabat ataupun sahabat yang mendahului saya menemui Rabb~nya. Tapi tak selalu saya melihat kematian yang indah.

Malam ini saya menyaksikan saudara saya Alm Fadlyl bin Usman Baharun terbaring tenang di Rumah Qur’an yang dibinanya. Rumah yang nanti akan bersaksi di hadapan Allah tentang perjuangannya mengajak umat cintai Qur’an.

Istrinya dan anak2nya mencium dan mengusap wajahnya. Mereka sedih tentunya, no doubt about it. Namun di balik kesedihan membuncah keyakinan, bahwa Sang Abi telah pergi dalam kondisi terbaiknya.

Siapa yang tak ingin wafat seperti beliau? Diiringi do’a, dzikir dan tilawah qur’an ratusan santri dan mantan santrinya? Diiringi lantunan ayat ayat Allah dari para penghafal qur’an yang dibinanya…

Bergantian para asatidz dan asatidzah mendatangi rumah duniamu, berlomba mengirimkan doa2 terbaik mereka, supaya engkau Allah berikan rumah terbaik di akhirat…

Saya lihat para santri dan santriwati tersebut juga sedih, sesekali mereka mengusap matanya dengan ujung jilbabnya. Santri putra terpekur sedih seraya lantunkan do’a. ‘Abi’ mereka semua telah pergi, namun dengan legacy yang sungguh luar biasa: memproduksi para penghafal qur’an…

Sungguh aku iri padamu Akhi Fadlyl…
Wafat dalam perjuangan mencetak para penghafal Qur’an, mencetak generasi Robbani…

Tiga belas tahun aku mengenalmu. Bersama kita berkhidmat di lembaga kemanusiaan. Bersama kita terjun ke Bumi Serambi Makkah yg luluh lantak terdera gempa dan tsunami.

Ketika aku mager di dalam pesawat yg membawa kita dari Halim PK ke Bandara SIM Banda Aceh, engkau memilih keluar dari pesawat di Pekanbaru. Lalu dengan Tim yang engkau pimpin, kau beli perlengkapan tanggap bencana dan merangsek masuk Aceh dengan jalan darat. Suatu pekerjaan yang tidak mudah tentunya.

Setelahnya, orang mengenalmu sebagai pejuang Qur’an, yang secara spartan selenggarakan malam dzikir, malam tilawah dan malam ibadah. Engkau -pun dikenang orang kerana semangatmu yang membuncah untuk membangun Rumah Qur’an dimana-mana.

It’s really nice to be commemorated that way

Akhirnya, ya Allah Yang Maha Rahim, bila tiba waktuku nanti, ijinkanlah MalaikatMu Izrail mengambil nyawaku pada kondisi yang indah, sebagai pejuang dan pecinta Qur’an, sebagaimana sahabatku, almarhum Fadlyl ibn Usman Baharun…

isyhadu huwa min ahlil khair…

Margonda Raya, 25 April 2017

*Abu Rodhi Kasman Harun*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *