Wali kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan Wako Riza Falepi Sepakati Kerjasama Antar Daerah

Wali kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan Wako Riza Falepi Sepakati Kerjasama Antar Daerah

- in Parlementaria
876
0
Wali kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan Wako Riza Falepi Sepakati Kerjasama Atar Daerah

Pemko Payakumbuh, Sumatera Barat dan Pemko Depok, Jawa Barat, sepakat melakukan kerjasama dibidang pembangunan. Penandatanganan nota kesepahaman antar kedua daerah, dilakukan di aula Balaikota di Bukik Sibaluik Payakumbuh, Kamis (2/4).

Kedua kepala daerah, Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il dan Walikota Payakumbuh Riza Falepi, menandatangani naskah kerjasama itu, disaksikan Wakil Ketua DPRD H. Suparman, Sekdako H. Benni Warlis, Kepala Bappeda H. Rida Ananda, Ketua TP-PKK Ny. Dr. Henny Riza Falepi serta Asisten Tata Praja Kota Depok, Drs. Dudi Mi’raz, M.Si.

Dalam acara ini hadir sejumlah pimpinan SKPD, anggota DPRD Ahmad Zipal camat, Ketua Dewan Pendidikan Sevindra Juta, Ketua LKAAM, Ketua Bundo Kanduang dan ketua KAN dari 8 nagari, Ketua Kelompok Tani Coklat Chochato Joni Saputra, serta pengurus ormas dan LSM lainnya. Rombongan tamu dari Depok, juga menyertakan Kabag Umum Manto dan Kabag Humas dan Protokol, drg. Nessi Annisa Handari.

Selain untuk mempererat hubungan kedua daerah, tujuan nota kesepahaman itu, guna memacu dan meningkatkan pembangunan kedua daerah, dibidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup dan ketahanan pangan. Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il mengakui, dalam lima sektor itu, banyak kesamaan yang perlu ditindak lanjuti, untuk lebih baik ke depan.

Pendidikan inklusif Payakumbuh sebagai penerima MDGs Award 2013, sebuah catatan prestasi yang pantas dipelajari oleh Depok. Kerjasama dibidang ini, mudah-mudahan akan meningkatkan SDM masyarakat kledua daerah.

Begitu juga dibidang kesehatan, lingkungan hidup serta kepariwisataan. Kota Payakumbuh yang lingkungannya masih asri, hijau dan didukung dengan sumber daya air yang baik, dinilai punya potensi lebih berkembang ke depan. “Jarang ada di kawasan Jabodetabek, air bersih yang sebaik ini (Payakumbuh, Red) ada di daerah kami,” kata Walikota Depok Mahmudi.

Mahmudi juga mendukung dan mengapresiasi, rencana Payakumbuh, seperti disampaikan Walikota Riza Falepi, untuk menata atau membenahi Sungai Batang Agam, sebagai kawasan yang benar-benar jauh dari ancaman lingkungan hidup yang tak sehat, seperti Sungai Ciliwung di Jakarta. Walikota Mahmudi, meramalkan, Payakumbuh ke depan akan lebih baik dari Depok yang juga punya lahan yang sangat terbatas.

Hanya saja, Mahmudi mengakui, pihaknya bersama DPRD komit menyediakan 20% dari luas kota untuk ruang terbuka hijau. Kemudian, Depok juga ingin menjadi daerah terdepan di Jawa Barat, dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, melalui program arbortum pangan, atau pembudidayaan seluruh aneka tanaman pangan.

Di Depok, sebutnya, sudah berbilang tahun dilakukan program one day not rice, atau tidak makan beras selama satu hari setiap pekan. Warga diajak, tidak makan dari beras selama sehari, dan mengaklihkannya ke aneka tanaman lainnya yang juda mengandung karbohidrat yang rendah. Menurutnya, jika terlalu banyak memakan nasi atau beras ketan, kemungkinan terserang dengan penyakit diabetas dan penyakit tidak menular lainnya sangat tinggi.

Berdasarkan hasil survei Menkes data WHO, warga Indonesia terbilang tinggi memakan nasi, mencapai 139,15 Kg/orang/tahun. Lihatlah warga Korea hanya memakan nasi 40 Kg, disusul Jepang (50 Kg), Malaysia (80 Kg), Thailand (70 Kg) per orang per tahun. Tapi, kinerja dan kesehatan warga tersebut jauh lebih tinggi dari bansa Indonesia. Di Indonesia, kemungkinan warga Sumatera Barat paling tinggi mengkosumsi beras, karena kebiasaannya, belum kenyang jika belu memakan nasi. “Padahal yang bersangkutan sudah makan lontong,” kata Mahmudi.

Walikota Riza Falepi mengajak seluruh SKPD terkait dalam nota kesepahaman itu, di bawah koordinasi Sekdako Benni Warlis dan Kepala Bappeda Rida Ananda, untuk menindak lanjuti kerjasama pembangunan itu. Mudah-mudahan ke depan, Payakumbuh dan Depok akan lebih maju dalam bidang yang sudah disepakati dalam nota kesepahaman dimaksud. Namun demikian, bukan tidak mungkin dikembangkan dengan sektor lainnya, dalam memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat, sebut walikota.

Sementara itu, terhadap program one day not rice yang sudah dilakukan Depok, Walikota Riza Falepi, mengingatkan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Payakumbuh, agar merancang program yang sama di Payakumbuh. “Kita banyak pangan lokal yang dapat dikosumsi untuk pengganti beras,” katanya.

Diakhir acara kedua daerah saling tukar cenderamata, berupa plakat atau lambang daerah serta makanan spesipik masing-masing. Walikota Riza Falepi juga menyerahkan cincin batu akiaknya, lumuik Payakumbuh kepada Walikota Mahmudi. (rifki payobadar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *