Walikota Depok Hadiri Milad Komunitas One Day One Juz

Walikota Depok Hadiri Milad Komunitas One Day One Juz

- in Komunitas
962
0
Walikota Depok Hadiri Milad Komunitas One Day One Juz

Bertempat di Masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia, Komunitas One Day One Juz (ODOJ) memperingati miladnya yang pertama. Milad tersebut dikemas dengan kegiatan Muhasabah Akhir Tahun (MAT) 2014 dengan mengangkat tema “Meraih Hari Esok dengan Kemuliaan Al-Qur’an”. Di dalamnya berisi pembacaan Al-Qur’an dengan saritilawah 3 bahasa, ceramah agama, santunan 111 anak yatim, dan bazar.

Para ODOJer, sapaan anggota Komunitas ODOJ, memadati aula masjid untuk mengikuti serangkaian acara yang telah dirangkai panitia. Mereka tak hanya berasal dari Depok, namun juga dari Tangerang, Bandung, Karawang, Serang, Cirebon, bahkan Purwokerto. MAT 2014 menjadi ajang silahturahim antar ODOJer dari berbagai daerah serta muhasabah para anggota di akhir tahun.

Ustadz Ricky, Ketua Umum Komunitas ODOJ, menjelaskan bahwa saat ini komunitas tersebut telah terdaftar secara sah dan tercatat di badan hukum. Hal tersebut guna memudahkan berbagai pihak untuk bekerja sama dengan komunitas yang bersekretariat di Bambu Apus ini secara legal, baik instansi swasta atau pun pemerintah. Ricky juga menambahkan bahwa pihaknya siap membentu pemerintah Kota Depok dalam program pemberantasan buta aksara, khususnya membaca Al-Qur’an. “Kami siap membantu pemerintah Kota Depok untuk memberantas buta aksara dan buta aksara Al-Qur’an di Kota Depok”, terangnya.

Selain kegiatan MAT, komunitas ODOJ juga memiliki banyak program yang orientasinya adalah pemahanan dan pendalaman Al-Qur’an. Beberapa program yang sedang dilaksanakan adalah Olimpiade Pecinta Al-Qur’an, pengembangan aplikasi Al-Qur’an, pembuatan film ODOJ, film animasi Islam, dan Al-Qur’an Center.

Walikota Depok, H. Ir. Nur Mahmudi Ismail, turut menghadiri milad tersebut. Dalam sambutannya ia menyatakan bangga akan adanya komunitas ODOJ. Menurutnya kemunitas ODOJ telah membangkitkan kembali semangat cinta Al-Qur’an. “Al-Qur’an merupakan huda (petunjuk) bagi kaum muslimin. Komunitas ODOJ telah menunjukkan cara mensikapi Al-Qur’an melalu tahapan usaha pendekatan yang cukup efektif. Menggalang anggota untuk rutin membaca Al-Qur’an satu hari satu juz merupakan sikap yang harus terus ditularkan kepada setiap muslim. Karena sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad untuk membaca satu juz perhari dan khatam Al-Qur’an minimal satu kali dalam sebulan”, ungkap Nur.

Nur menambahkan, kebiasaan membaca Al-Qur’an harus diterapkan di kalangan anak-anak dan para remaja masa kini agar ke depannya mereka tak jauh dari Al-Qur’an. Setiap muslim akan mengalami fase dimana akan terjadi perubahan pola pikir. Maka diharapkan perubahan ini terus mengarah kebaikan dengan petunjuk yang ada di dalam Al-Qur’an. Sehingga manusia tersebut memiliki cita-cita dan senantiasa terinspirasi untuk taqarrub (mendekat) pada Allah. Selain itu untuk menyempurnakan proses ibadah dan meningkatkan kesadaran bahwa orang sekitarnya membutuhkan kita dalam teladan dan motivasi hingga sampai pada advokasi mereka ada dalam lindungan Al-Qur’an.

“Alquran adalah petunjuk kehidupan. Bukan kehidupan. Tetapi mewarnai kehidupan. Nilai nasehat di dalamnya hendaklah diimplementasikan. Inilah yg harus disadari. Mudah-mudahan dengan adanya ODOJ terus mendorong, memotivasi, dan mengokohkan umat muslim untuk membumikan Al-Quran dan melangitkan manusia sehingga memliliki derajat yang tinggi di hadapan Allah”, tutup pencetus ODNR ini. (Oding)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *