Walikota Kembalikan Citra Depok Kota Aman

Walikota Kembalikan Citra Depok Kota Aman

- in Komunitas, Opini
796
0
Walikota Kembalikan Citra Depok Kota Aman

Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail buka-bukaan soal kasus begal motor yang sempat meresahkan warga Kota Depok sejak sebulan terakhir di acara Apa Kabar Indonesia (AKI) malam di TVOne, Sabtu (7/2/2015) malam.

Menurut walikota, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah untuk menekan tindak kejahatan di Depok, termasuk kasus perampasan dan pembunuhan (begal) yang terjadi di Jalan Juanda, dan Jalan Margonda Depok.

Selain menggandeng pihak kepolisian, untuk mengamankan Kota Depok, walikota juga mengajak para bikers di Depok untuk melakukan pengawasan dan berpartisipasi aktif mengawasi tindak tanduk pengendara sepeda motor yang mencurigakan “Kami sudah mengajak kelompok masyarakat termasuk bikers mereka siap jadi relawan,membantu kita.” kata walikota.

Beberapa jam sebelum tampil di TVOne, walikota sudah bertemu dengan kalangan bikers kemudian mendeklarasikan Bikers Depok Anti Kejahatan (Bidak) bersama Kapolresta Depok, Kombes Ahmad Subarkah dan Dandim 0508, Letkol Inf. Santoso.
Deklarasi yang dihadiri puluhan bikers itu hendak menyampaikan satu pesan singkat kepada masyarakat luas yakni: # Depok Aman Bro.

Pesan itu dianggap penting, karena sejak beberapa hari sebelumnya, Depok dibully habis-habisan di media social. Ada yang bilang Depok Kota Begal. Ada yang bilang jangan ke Depok kalau tidak mau dibegal dan sebagainya. Pesan-pesan yang membuat masyarakat khawatir datang ke Depok itu beredar luas di kalangan nitizen. Depok benar-benar menjadi bulan-bulan dan menjadi topic paling menarik di mana-mana, sampai ke Pulau Jawa dan Sumatera.

Tidak heran kalau walikota merasa risih dengan kondisi itu. Karenanya, disetiap kesempatan pertemauan dengan masyarakat walikota mengajak semua lapisan masyarakat Depok untuk menepis isu-isu yang tidak sepenuhnya benar.
”Kita harus menepis tudingan itu, karena kenyataan di lapangan tidak separah yang dibicarakan kalangan nitizen.” kata walikota di depan ratusan anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Depok, Kamis (5/2/2015)

Walikota mengajak semua anggota Hipmi Depok untuk membantu memperbaiki citra buruk itu dengan memberikan informasi sebenarnya. ”Tingkat kriminal di Depok jauh lebih rendah dibanding kota lain,” kata walikota.

Hal itu diakui oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono. Menurut kapolda, tingkat kriminalitas di Depok masih lebih rendah dibandingkan Tangerang. Dari 13 kepolisian resort kota, Depok berada di urutan ketujuh.

“Depok ketujuh dari 13 (polresta). Lebih rawan Tangerang,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono ketika berkunjung ke Mapolresta Depok, Rabu (4/2/2015).

Walikota kemudian mengeluarkan datanya yang membuktikan bahwa Depok lebih aman dibanding kota lain di sekitar Jabotabek. ‘’Tahun 2014, di Jakarta terjadi 75 kali tindak kejahatan yang mengakibatkan jatuh korban, di Tangerang ada 37 kasus, sedangkan di Depok hanya ada dua kejadian yang merenggut korban jiwa,’’ kata walikota.

Di sisi lain, walikota mengajak tiga pilar yakni masyarakat, aparat pemerintah dan aparat keamanan untuk selalu bersinergi bersama-sama memberantas apapun bentuk tindak kejahatan di wilayah hukum Depok. ‘’Tidak hanya Pemkot, Polres dan Kodim yang bertanggungjawab menjaga dan memelihara keamanan, tapi peran masyarakat juga sangat penting,’’ kata walikota.

Komandan Kodim 0508 Depok, Letkol Santosa mengatakan situasi keamanan di Kota Depok masih kondusif dan isu yang beredar, sebagian besar Hoax.
“Status keamanan di Depok kondusif. Masyarakat tak perlu takut, karena situasi di Depok masih aman,” tegas Dandim Santosa,.

Menurut Dandim, pihaknya selalu berkoodinasi dengan kepolisian dalam mengintesifkan patroli malam guna mengamankan daerah yang dianggap rawan kejahatan. Patroli sudah digalakan, baik di tingkat kelurahan maupun tingkat kecamatan.
Dandim tidak memungkiri jika kebanyakan isu-isu yang beredar adalah kerjaan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, yang ingin membuat warga Depok maupun masyarakat diluar Depok menjadi resah.

Dalam kaitan peningkatan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya tindak kejahatan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Etty Suryahati meminta semua camat dan lurah di Kota Depok untuk selalu siap bekerja selama 24 jam sehingga benar-benar bisa melayani masyarakat dengan baik.

”Camat dan lurah harus standby 24 jam, handphone tidak boleh dimatikan. Jadi kalau ada masalah di wilayah masing-masing bisa langsung terjun ke lapangan,” kata sekda di depan Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kecamatan Limo.

Sekda mengakui akhir-akhir ini banyak terjadi tindak kejahatan kriminal, seperti perampasan dan pembunuhan terhadap pengendara sepeda motor. Masalah kriminalitas itu bukan hanya tanggungjawab pihak kepolisian, tapi tanggungjawab bersama, termasuk aparat kecamatan dan kelurahan.

Dari hasil menyidikan sementara, kata sekda, pelaku perampasan dan pembunuhan itu bukan hanya penduduk asli Kota Depok, tapi juga ada yang pendatang. Untuk itu, sekda meminta lurah melakukan pendataan secara teliti terhadap para pendatang.

”Pendataan jangan hanya dilakukan satu tahun sekali, itu terlalu lama,” kata sekda. Camat dan lurah diminta benar-benar mengawasi pendatang-pendatang baru, jangan sampai menjadi pendatang liar yang kemudian menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (Advertorial Diskominfo Kota Depok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *